Blusukan Ala Khalifah Umar Bin Khatab

blusukan
illustrasi blusukan
Blusukan Ala Khalifah Umar Bin Khatab | Lagi iseng searching image di mbah google dengan kata kunci blusukan, ndilalah yang keluar kok di dominasi sama gambar Jokowi dan SBY saja. Saya berasumsi bahwa para awak media baru mengenal apa itu blusukan pada jamannya Jokowi atau SBY ini. Padahal istilah ini sudah ada sejak jaman kepemimpinan para penguasa terdahulu.

Karena mungkin tidak ada media yang meliput dan belum ada internet jadi tidak ada gambar-gambar mereka yang muncul di media hehe....Beberapa waktu yang lalau saya juga pernah posting tentang blsusukan ini, namun hanya sepintas kilas saya memberi contoh kongkrit blusukan jaman dahulu yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khatab. Nah pada postingan kali ini saya akan memberikan kisah yang mungkin bisa memberikan inspirasi buat siapa saja, terutama buat para pemimpin bangsa ini. Ini loh blusukan yang benar, yang hanya mengharap ridho Allah dan takut akan siksanya karena melalaikan tanggung jawab sebagai pemimpin.

Berikut adalah gaya blusukan ala Umar bin Khatab,seorang khalifah yang gagah berani. Bahkan dikisahkan jika Umar bin Khatab sedang berjalan, maka setan-setanpun akan minggir dibuatnya. Namun dibalik kharisma sebagai seorang pemimpin ternyata menyimpan hati yang lembut yang mau mengayomi rakyatnya dengan tulus dan ikhlas.

Dikisahkan suatu masa dalam kepemimpinan Umar, terjadilah Tahun Abu. Masyarakat Arab, mengalami masa paceklik yang berat. Hujan tidak lagi turun. Pepohonan mengering, tidak terhitung hewan yang mati mengenaskan. Tanah tempat berpijak hampir menghitam seperti abu.

Putus asa mendera di mana-mana. Saat itu Umar sang pemimpin menampilkan kepribadian yang sebenar-benar pemimpin. Keadaan rakyat diperhatikannya saksama. Tanggung jawabnya dijalankan sepenuh hati. Setiap hari ia menginstruksikan aparatnya menyembelih onta-onta potong dan menyebarkan pengumuman kepada seluruh rakyat. Berbondong-bondong rakyat datang untuk makan. Semakin pedih hatinya. Saat itu, kecemasan menjadi kian tebal. Dengan hati gentar, lidah kelunya berujar, “Ya Allah, jangan sampai umat Muhammad menemui kehancuran di tangan ini.”

Umar menabukan makan daging, minyak samin, dan susu untuk perutnya sendiri. Bukan apa-apa, ia khawatir makanan untuk rakyatnya berkurang. Ia, si pemberani itu, hanya menyantap sedikit roti dengan minyak zaitun. Akibatnya, perutnya terasa panas dan kepada pembantunya ia berkata “Kurangilah panas minyak itu dengan api”. Minyak pun dimasak, namun perutnya kian bertambah panas dan berbunyi nyaring. Jika sudah demikian, ditabuh perutnya dengan jemari seraya berkata, “Berkeronconglah sesukamu, dan kau akan tetap menjumpai minyak, sampai rakyatku bisa kenyang dan hidup dengan wajar.”

Hampir setiap malam Umar bin Khattab melakukan perjalanan diam-diam. Ditemani salah seorang sahabatnya, ia masuk keluar kampung. Ini ia lakukan untuk mengetahui kehidupan rakyatnya. Umar khawatir jika ada hak-hak mereka yang belum ditunaikan oleh aparat pemerintahannya.

Malam itu pun, bersama Aslam, Khalifah Umar berada di suatu kampung terpencil. Kampung itu berada di tengah-tengah gurun yang sepi. Saat itu Khalifah terperanjat. Dari sebuah kemah yang sudah rombeng, terdengar seorang gadis kecil sedang menangis berkepanjangan. Umar bin khattab dan Aslam bergegas mendekati kemah itu, siapa tahu penghuninya membutuhkan pertolongan mendesak.

Setelah dekat, Umar melihat seorang perempuan tua tengah menjerangkan panci di atas tungku api. Asap mengepul-ngepul dari panci itu, sementara si ibu terus saja mengaduk-aduk isi panci dengan sebuah sendok kayu yang panjang.

“Assalamu’alaikum,” Umar memberi salam.
Mendengar salam Umar, ibu itu mendongakan kepala seraya menjawab salam Umar. Tapi setelah itu, ia kembali pada pekerjaannya mengaduk-aduk isi panci.

“Siapakah gerangan yang menangis di dalam itu?” tanya Umar.
Dengan sedikit tak peduli, ibu itu menjawab, “Anakku….”
“Apakah ia sakit?”
“Tidak,” jawab si ibu lagi. “Ia kelaparan.”

Umar dan Aslam tertegun. Mereka masih tetap duduk di depan kemah sampai lebih dari satu jam. Gadis kecil itu masih terus menangis. Sedangkan ibunya terus mengaduk-aduk isi pancinya.
Umar tidak habis pikir, apa yang sedang dimasak oleh ibu tua itu? Sudah begitu lama tapi belum juga matang. Karena tak tahan, akhirnya Umar berkata, “Apa yang sedang kau masak, hai Ibu? Kenapa tidak matang-matang juga masakanmu itu?”

Ibu itu menoleh dan menjawab, “Hmmm, kau lihatlah sendiri!”
Umar dan Aslam segera menjenguk ke dalam panci tersebut. Alangkah kagetnya ketika mereka melihat apa yang ada di dalam panci tersebut. Sambil masih terbelalak tak percaya, Umar berteriak, “Apakah kau memasak batu?”
Perempuan itu menjawab dengan menganggukkan kepala.
“Buat apa?”

Dengan suara lirih, perempuan itu kembali bersuara menjawab pertanyaan Umar, “Aku memasak batu-btu ini untuk menghibur anakku. Inilah kejahatan Khalifah Umar bin Khattab. Ia tidak mau melihat ke bawah, apakah kebutuhan rakyatnya sudah terpenuhi belum. Lihatlah aku. Aku seorang janda. Sejak dari pagi tadi, aku dan anakku belum makan apa-apa. Jadi anakku pun kusuruh berpuasa, dengan harapan ketika waktu berbuka kami mendapat rejeki. Namun ternyata tidak. Sesudah magrib tiba, makanan belum ada juga.

Anakku terpaksa tidur dengan perut yang kosong. Aku mengumpulkan batu-batu kecil, memasukkannya ke dalam panci dan kuisi air. Lalu batu-batu itu kumasak untuk membohongi anakku, dengan harapan ia akan tertidur lelap sampai pagi. Ternyata tidak. Mungkin karena lapar, sebentar-sebentar ia bangun dan menangis minta makan.”

Ibu itu diam sejenak. Kemudian ia melanjutkan, “Namun apa dayaku? Sungguh Umar bin Khattab tidak pantas jadi pemimpin. Ia tidak mampu menjamin kebutuhan rakyatnya.”
Mendengar penuturan si Ibu seperti itu, Aslam akan menegur perempuan itu. Namun Umar sempat mencegah. Dengan air mata berlinang ia bangkit dan mengajak Aslam cepat-cepat pulang ke Madinah. Tanpa istirahat lagi, Umar segera memikul gandum di punggungnya, untuk diberikan kepada janda tua yang sengsara itu.

Karena Umar bin Khattab terlihat keletihan, Aslam berkata, “Wahai Amirul Mukminin, biarlah aku saya yang memikul karung itu….”
Dengan wajah merah padam, Umar menjawab sebat, “Aslam, jangan jerumuskan aku ke dalam neraka. Engkau akan menggantikan aku memikul beban ini, apakah kau kira engkau akan mau memikul beban di pundakku ini di hari pembalasan kelak?”

Aslam tertunduk. Ia masih berdiri mematung, ketika terseok-seok Khalifah Umar bin Khattab berjuang memikul karung gandum menuju ke tempat wanita dan anak-anaknya yang sedang kelaparan. Ketika sampai di tempat wanita tersebutk kemudian khalifah Umar meletakkan karung berisi gandum dan beberapa liter minyak samin ke tanah, kemudian memasaknya. Tatkala gandum tersebut sudah masak Khalifah Umar meminta sang ibu membangunkan anaknya.

“Bangunkanlah anak untuk makan.”
Anak yang kelaparan tersebut bangun dan makan dengan lahapnya. Anak tersebut kembali tertidur dengan perut yang telah kenyang.

“Wanita itu berkata, terimakasih, semoga Allah membalas perbuatanmu dengan pahala yang berlipat.”
Sebelum pergi khalifah Umar berkata kepada wanita tersebut untuk datang menemui khalifah Umar bin Khattab ra, karena khalifah akan memberikan haknya sebagai penerima santunan negara.

Begitulah gaya blusukan Umar bin Khatab yang takut akan dosa dan azab Allah SWT, dengan niat yang tulus bukan ingin mengharap pujian manusia. Semoga bisa ditiru oleh para pemimpin-pemimpin negeri ini, bukan para calon pemimpin yang blusukan hanya mengharap simpati belaka. Semoga bermanfaat dan happy blogging……

history credit 


Title : Blusukan Ala Khalifah Umar Bin Khatab
Description : illustrasi blusukan Blusukan Ala Khalifah Umar Bin Khatab | Lagi iseng searching image di mb...

55 Responses to "Blusukan Ala Khalifah Umar Bin Khatab"

  1. Mau komentar apa ya, Pertamax aja deh :)

    Yang jelas pada masa tersebut, Islam sedang dalam masa kejayaan. Bukan karena harta atau apa, tapi karena kemuliaan pribadi orang-orang di zman tersebut.

    Masih banyak sebenarnya kisahkisah blusukan di masa klasik Islam. Ustman, Umar Bin Abdul Azis, dll juga pernah demikian. Namun banyak yang tidak memperhatikannya hingga kisah-kisah tersebut hilang begitu saja ditelan zaman.

    Terima Kasih telah mengingatkan kami semua. Semoga dengan sedikit kisah tersebut, kita disini tergugah hatinya untuk mencari kisah-kisah lain yang menunjukkan betapa mulianya orang-orang dulu dan semoga mereka menjadi teladan bagi kita samua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sujud syukur berkat bantuan MBAH SUKARYO,,dan berkat imformasi dari member-member MBAH SUKARYO,,,yang telah meyampaikan bahwa jika anda ingin mengubah nasib melalui angka togel ghoib hubungi MBAH SUKARYO ,,,kemarin saya sudah buktikan berkat bantuan MBAH SUKARYO,,,yang telah memberikan angka togel ghoib 4D kemarin TGL-01-JUNI-2014 akhirnya saya menang 375 juta,,,dan insyaallah saya bisa lunasi semua hutang-hutang saya yang lagi di BANK,,,sekali lagi saya ucapkan banyak-banyak terimah kasih kepada MBAH SUKARYO,,,dan member-memberya yang telah mengimformasikan keberhasilanya,,,dan saya atas nama PAK ILHAM turut mengimformasikan,,,jika anda merasa punya beban berat (hutang) yang sudah lama belum bisa terlunasi,,,dan ingin mengubah nasib lebih layak dibandingkan nasib yang sekarang seperti saya,,,dan member-member yang lain silahkan hubungi MBAH SUKARYO di nomor,,,(-0823-7779-0969-),,,sumpah demi allah kemarin ini saya sudah buktikan,,,bukan cerita bohong dan beliau tidak melayani sms lansung aja hubungi,,,terimah kasih assalamu alaikum wr,wb..








































      Sujud syukur berkat bantuan MBAH SUKARYO,,dan berkat imformasi dari member-member MBAH SUKARYO,,,yang telah meyampaikan bahwa jika anda ingin mengubah nasib melalui angka togel ghoib hubungi MBAH SUKARYO ,,,kemarin saya sudah buktikan berkat bantuan MBAH SUKARYO,,,yang telah memberikan angka togel ghoib 4D kemarin TGL-01-JUNI-2014 akhirnya saya menang 375 juta,,,dan insyaallah saya bisa lunasi semua hutang-hutang saya yang lagi di BANK,,,sekali lagi saya ucapkan banyak-banyak terimah kasih kepada MBAH SUKARYO,,,dan member-memberya yang telah mengimformasikan keberhasilanya,,,dan saya atas nama PAK ILHAM turut mengimformasikan,,,jika anda merasa punya beban berat (hutang) yang sudah lama belum bisa terlunasi,,,dan ingin mengubah nasib lebih layak dibandingkan nasib yang sekarang seperti saya,,,dan member-member yang lain silahkan hubungi MBAH SUKARYO di nomor,,,(-0823-7779-0969-),,,sumpah demi allah kemarin ini saya sudah buktikan,,,bukan cerita bohong dan beliau tidak melayani sms lansung aja hubungi,,,terimah kasih assalamu alaikum wr,wb..












































      Sujud syukur berkat bantuan MBAH SUKARYO,,dan berkat imformasi dari member-member MBAH SUKARYO,,,yang telah meyampaikan bahwa jika anda ingin mengubah nasib melalui angka togel ghoib hubungi MBAH SUKARYO ,,,kemarin saya sudah buktikan berkat bantuan MBAH SUKARYO,,,yang telah memberikan angka togel ghoib 4D kemarin TGL-01-JUNI-2014 akhirnya saya menang 375 juta,,,dan insyaallah saya bisa lunasi semua hutang-hutang saya yang lagi di BANK,,,sekali lagi saya ucapkan banyak-banyak terimah kasih kepada MBAH SUKARYO,,,dan member-memberya yang telah mengimformasikan keberhasilanya,,,dan saya atas nama PAK ILHAM turut mengimformasikan,,,jika anda merasa punya beban berat (hutang) yang sudah lama belum bisa terlunasi,,,dan ingin mengubah nasib lebih layak dibandingkan nasib yang sekarang seperti saya,,,dan member-member yang lain silahkan hubungi MBAH SUKARYO di nomor,,,(-0823-7779-0969-),,,sumpah demi allah kemarin ini saya sudah buktikan,,,bukan cerita bohong dan beliau tidak melayani sms lansung aja hubungi,,,terimah kasih assalamu alaikum wr,wb..

      Delete
  2. saya masih bingung dengan pernyataan bahwa setan-setan minggri ketika Umar bin Khatab lewat. Yang jadi pertanyaan saya, siapa yang tahu atau saya yang menyaksikan bahwa setan-setan tersebut minggir? nah itu deh yang masih jadi unek2 saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syetan minggir ketika bertemu dengan Umar Ra karena takut inilah karomah karena ketaqwaannya

      Delete
    2. setan aja minggir apalagi musuhnya kaum muslimin

      Delete
    3. tapi kalau abegeh lewat pasti mas agus nggak mau minggir kan?

      Delete
    4. saya minggir untuk kasih kesempatan yang lain dong

      Delete
  3. blusukan jaman sekarang beda banget ya jika dibandingkan dengan blusukan pada jaman khalifah. mereka tidak menggunakan uang negara (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. blusukan jaman sekarang kan tendensinya lain Kang, kalo jaman Khalifah Umar ra, karena rasa tanggungjawab kepada Alloh Ta'ala atas apa yang dipimpinnya, kalo sekarang entahlah sampean bisa meneruskan sendiri

      Delete
  4. Subhanallah, itulah kenapa pada waktu itu islam sangat berjaya karena memiliki pemimpin yang luar biasa mulia.

    ReplyDelete
  5. Ya itulah mungkin itu perbedaan jaman dulu dg sekarang ya sob

    ReplyDelete
  6. saya juga baru tau kalau blusukan itu ternyata udah sejak dulu.

    ReplyDelete
  7. kok aku sampe gemetar ya membacanya sob... apakah ada pemimpin seperti di jaman skrg sob?

    ReplyDelete
  8. Perlu ditiru nih :D

    Nice post mas..

    ReplyDelete
  9. bahkan saya hampir lupa dg kisah ini. trims sudah diingatkan.

    semoga Indonesia dianuherahi pemimpin2 yg amanah dan adil. aamiin.

    ReplyDelete
  10. Semoga blusukan bukan hanya untuk mendulang suara saja ya sob.

    ReplyDelete
  11. Subhanallah...Allahuakbar...
    sungguh contoh telah nyata ada sejak jaman dulu, begitu ada sosok seperti Jokowi yang meniru Khalifah Umar bin Khatab,,,kenapa manusia Endonesia jadi kaget, terheran-heran dan dianggap nyentrik sekaligus aneh....(ngga seperti umumnya para pemimpin sebelumnya)...kalau demikian adanya kenyataan disini,saya yang sedang konslet ini, jadi bisa berteriak dan tunjuk hidung pada orang Endonesia...termasuk ke akang.....;o)
    "yang konslet itu sesungguhnya bukan saya...Taauuuuuuuuuuu...???"

    ReplyDelete
  12. umar ibn khotob adalah idola ku... aku merindukan bisa menjadi sosok seperti dia, pemberani tegas dalam kebenaran... amin

    ReplyDelete
  13. kalau saja semua pemimpin di negara kita bersikap seperti khalifah umar,,,aku yakin rakyat kita akan sejahtera dan negara akan makmur sentosa.....
    btw-aku lagi bikin lomba GA...dicari 32 orang blogger yang suka nulis dan corat coret untuk jadi pemenang....salam :-)

    ReplyDelete
  14. blusukan tujuannya untuk mendekatkan diri dengan warga

    ReplyDelete
  15. Saya Sangatt Kagum Sekali Sama Amirul Mukminin {Umar Bin Khottob} Karena Kepribadiannya yang sungguh Sangattt Baik dan Tidak Mungkin Ada Orang Yang Sanggup Menyamainya :)

    Tapi tapi Kalo disamain kaya Bapak Jokowi sii saya Masii Ragu hehe Bisa Aja Itu Cuma Politik atau Sbagainnya Tapi mudah Mudahan Ia bener Bener Ikhlas Melakukannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan kalo blusukannya Pak Jokowi, sebenernya sudah dari jaman jadi walikota solo walaupun tidak di kuntiti oleh para awak media.........kita gak pernah tahu kan.........karena sampeyan-sampeyan bukan orang solo jadi gak tau.........jadi pencitraanya dari jaman jadi walikota solo donk..........

      Delete
    2. Kan kalo blusukannya Pak Jokowi, sebenernya sudah dari jaman jadi walikota solo walaupun tidak di kuntiti oleh para awak media.........kita gak pernah tahu kan.........karena sampeyan-sampeyan bukan orang solo jadi gak tau.........jadi pencitraanya dari jaman jadi walikota solo donk..........

      Delete
  16. Hamdalah saya punya video animasi blusukannya Khalifah Umar Pak El...Zaki sering saya ajak nonton bareng, jadi enak, nggak perlu mendongeng panjang lebar, cukup nonton videonya sambil sesekali menjelaskan pertanyaan dia...sungguh, tauladannya luar biasa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. dishare atuh KK pideo nya...kan saya juga pengen nonton.

      Delete
    2. Sayaa Setuju Nihhh Dengan Sarannya Pak Cilembu :D Upload Att Teh Saya Juga Pengen Nonton hihi :D

      Delete
  17. perlu jadi panutan ya pak,

    nice post

    ReplyDelete
  18. hebat deh kalo ada pempinpin yang seperti itu di jaman sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayang nya udah gak ada dan saya rasa gak bakalan ada ya mbak -_-

      Delete
  19. blusukan,,dulu saya taunya blusukan itu orang yg jalan2 sampe ke pelosok-pelosok. Subhanallah... ternyata zaman khalifah Umar sudah ada ya.. tapi memang berbeda dengan blusukan sekarang.

    ReplyDelete
  20. Seorang pemimpin semestinya menjadi contoh untuk para bawahannya, memang kalau melihat pemerintahan sekarang blusukan baru bisa di kenal di masyarakat banyak, cara ini sangatlah manjur untuk menarik simpati masyarakat, sipp.

    ReplyDelete
  21. kira kira pak jokowi mengikuti jejak khalifah umar bin khatab ini apa ya..? kan dia pemimpin yang suka blusukan mas...? hehehe

    ReplyDelete
  22. Mungkin sekarang sulit mencari pengganti sesosok pemimpin yang berani turun kerakyatnya. paling bisa kehitung jari.. ya semoga di hari kedepannya ada banyak pemimpin yang brani jujur dan terbuka

    ReplyDelete
  23. Aku suka membaca dan mendengar kisah tokoj dari umar, pemimpin yang langka untuk jaman sekarang. Pemimpin yang berjuang demi umat, bukan untuk keluarganya.

    ReplyDelete
  24. Semoga para pemimpin2 kita skrng bisa mencontoh dari khalifah Umar ya mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin, semoga pemimpin yang baik berani tampil.

      Delete
  25. walah ane baru tau nih mr. khalifah umar... soalnya baru trend mr. jokowi nih yang asyik blusukan, ternyata jaman dahulu udah ada.. mantab dah kalo jiwa pemimpin kayak gini :)

    ReplyDelete
  26. itulah sahabat yg mulia Umar bin Khattab r.a, bluskanx murni cz Allah dan cinta kpd sesamax..., shrsx blusukanx Umar bin Khattab r.a ini diteladni olh para pemimpin skrg..

    ReplyDelete
  27. ya masih jauh mas dari Sahabat Nabi itu

    ReplyDelete
  28. kaibernya memang seorang amirul mukminin seorang khalifah dan sahabat Rousl.
    kalau kalibernya seorang agus setya sih blusukan didalam selimut istri saya aja lah.

    ReplyDelete
  29. amin yaarobbalalamin
    semoga para pemimpin mempunyai jiwa pribadi seperti khalifah umar bin khattab

    ReplyDelete
  30. saya cuma pengen lebih objektif,
    Umar melakukannya selalu diam2, pastinya dia berusaha tidak ada yang mengetahui perbuatannya,
    tapi kok sebaliknya ya, hikayat2, cerita2 dan penuturan lain2 kok bisa menyebutkan semuanya dalam skala sering dan mendetail,
    entahpun Umar-nya (jika masih ada) mau diekspos seperti ini atau tidak saya yakin beliau orang yang ikhlas, saya juga mengidolakan beliau hanya seperti orang yang lebih banyak di lapangan daripada di balik meja..
    semoga tempat terbaik untuk Rasul dan sahabatnya selalu..

    ReplyDelete
  31. Seru sekali jika membaca artikel beginian nih mas :) dan sosok tokoh ini patut sekali kita tiru ya mas :)

    ReplyDelete
  32. Saya juga izin follow blog ini ya mas, semua artikelnya bermanfaat dan bisa kita situ hal positifnya. Sukses selalu ya websitenya ^^

    ReplyDelete
  33. Subhanallah...cerita blusukan ala Umar Bin Khatab ini benar2 mengharukan, beliau sampai sebegitunya, sampai memikul karung gandumnya sendiri tanpa bantuan Aslam karena takut akan dosa, benar2 karakter seorang pemimpin yang bertanggung jawab atas amanah yang diembannya, semoga para pemimpin bangsa kita bisa meniru pribadi Umar Bin Khatab ini

    ReplyDelete
  34. Artikel bermanfaat , ,
    thanks for share . . .
    jangan lupa mampir di blog ane , , ,

    ReplyDelete
  35. andaikan para pemimpin jaman sekarang bisa mencontoh kepemimpinan Umar bin Khattab,yang hanya mengharap ridho allah,untuk kesejahteraan rakyatnya ya kang....
    pasti dunia aman tentram dan makmur.

    ReplyDelete
  36. semua pemimpin mempuyaai cara untuk memimpin ,kita lihat dan ikut yang benar saja :D

    izin follow gan. n jangan lupa follow back gan :D

    ReplyDelete
  37. selamat malam Kang..waah komentarnya sudah banyak sekali, kalau begitu saya ucapkan saja selamat Tahun Baru Islam 1435 H yaa Kang Muroi...

    ReplyDelete
  38. Mampir lagi nih mas El
    Dan selamat tahun baru islam ya :)

    ReplyDelete
  39. nasib baiknya jokowi itu
    aktifitas blusukannya bisa jadi sarana kampanye politik
    perasaan pejabat di jawa sudah sejak dulu kenal acara semacam ini
    lagi-lagi peran media yang merubah imej dimana blusukan jaman dulu sengaja dilakukan diam diam pake nyamar segala, sekarang malah dipublikasikan. tapi gapapa juga sih asalkan manfaatnya lebih besar ketimbang mudharatnya..

    ReplyDelete