Just an Ordinary Blogger...

Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

06 September 2012

Cinta Suci Zahrana (Film)

Jika tahun lalu merilis TENDANGAN DARI LANGIT, tahun ini rumah produksi SinemArt menjagokan CINTA SUCI ZAHRANA. Drama bernafaskan islami ini diadaptasi dari novel best seller buah karya Habiburrahman El Shirazy.

Sebenarnya film ini sudah cukup lama tayang, sekitar pertengahan Agustus 2012 kemarin. Namun buat sobat yang belum sempat menonton filmnya berikut ini sinopis dari film tersebut :

Film yang disutradarai Chareul Umam tersebut berkisah tentang sosok Zahrana, wanita pertama di Indonesia yang mendapat penghargaan Internasional dalam bidang arsitek. Masalah datang di usia Rana yang kunjung menua namun dia belum menikah.
Dia dosen arsirektur di Universitas Mangunkarsa, Semarang. Semua jerih payah dan prestasi membanggakan Zahrana sedikitpun tidak membuat kedua orang tuanya bangga, terutama ayahnya.

Ayah Zahrana, Pak Munajat, menyampaikan bahwa ia tidak lagi membutuhkan sederetan piagam penghargaan internasional dari anak semata wayangnya.melainkan melihat Zahrana bersanding di pelaminan dan dapat segera menimang cucu.

Zahrana menghadapi masalah pelik, ketika seorang lelaki setengah baya bernama H. Sukarman, M.Sc. dekan Fakultas Teknik dan Arsitektur Universitas Mangunkarsa Semarang, yang tak lain adalah atasan Zahrana sendiri, datang untuk menyuntingnya.
Pak Karman berstatus duda, genit dan suka main perempuan. Ternyata tak mudah bagi Zahrana menolak lamaran itu, meski dengan segala alasan keburukan yang dimiliki Pak Karman.

Terlebih lagi jika kedua orangtua Zahrana dijanjikan akan dihajikan oleh Pak Karman bila pernikahan itu jadi dilangsungkan. Tetapi Zahrana tegas bersikap.
Meskipun ia sudah dianggap perawan tua, tidak berarti asal menikah. Cacat moral Pak Karman membuatnya menolak lamaran atasannya itu. Penolakan lamaran itu ternyata berbuntut panjang.

Penolakan Zahrana dan keluarnya Zahrana dari Universitas Mangunkarsa membuat sakit Pak Munajat semakin parah.
Sampai suatu hari, Lina, teman Zahrana mengajak Zahrana untuk meminta bantuan pada Kyai Amir Shadiq, Pengasuh Pesantren. Oleh Sang Kyai Zahrana dijodohkan dengan pemuda penjual kerupuk yang shalih bernama Rahmad. terlihat Zahrana sedikit tersedak ketika ustadzdah mengatakan :
"Zahrana, lelaki ini jauh sekali strata pendidikannya denganmu, ia hanya lulusan Aliyah"
"Yang penting bagku ustadz, dia adalah lelaki yang sholeh. Kalo boleh tau apa pekerjaan lelaki itu ustadz??"
"Ia seorang pedagang kerupuk keliling"

"Glekkkk..." Zahrana sedikit tersedak, mendengar profil calon suami yang akan mendampingi hidupnya kelak. Namun ia memantapkan hatinya, asalkan ia lelaki yang sholeh ia siap. Dan Zahrana yakin, yang merekomendasikan orang baik dan sholeh, maka yang direkomendasikan juga orang yang baik dan sholeh. Itu sudah cukup baginya.
Akhirnya Zahrana menerima Rahmad walaupun latar belakang pendidikannya jauh lebih rendah dari Zahrana.

Tetapi saat akad nikah sudah di depan mata, Rahmad meninggal secara tragis.

Nah sobat Muro’i  El-Barezy, bagaimanakah akhir cerita Zahrana? Apakah Zahrana berhasil bangkit dari guncangan jiwanya? Apakah ia akhirnya akan menemukan jodohnya? Siapakah dia?

Yup..daripada penasaran, mendingan sobat menyaksikan film syarat hikmah ini. Untuk mengurangi penasaran, berikut trailer film tersebut :




Read More

28 July 2012

Perahu Kertas (Film) Sudah Mulai 'Berlayar'


Jenis Film : Drama
Produser : Chand Parwez Servia, Putut Widjanarko
Produksi : STARVISION, MIZAN PRODUCTIONS & DAPUR FILM
Sutradara : Hanung Bramantyo

Film Perahu Kertas diproduseri oleh Chand Parwez Servia dan Putut Widjanarko, sedangkan untuk sutradara dipercayakan kepada Hanung Bramantyo yang telah sukses menggarap film-film Indonesia, seperti Ayat-Ayat Cinta, Get Married, Sang Pencerah, dan Tendangan Dari Langit.

Film yang dibintangi oleh Maudy Ayunda, Adipati Dolken, Reza Rahadian, Kimberly Rider, dan bintang-bintang lainnya, mengusung genre drama dan mengisahkan tentang pasang surut hubungan percintaan dua anak manusia., yaitu Kugy (Maudy Ayunda) dan Keenan (Adipati Dolken).

Kisah bermula ketika mereka berdua kuliah di Bandung.
Kugy, yang bercita-cita ingin menjadi penulis dongeng, kuliah di Fakultas Sastra.
Ia punya kebiasaaan unik, yaitu suka membuat perahu kertas yang kemudian dilarungkannya di sungai.

Keenan, pelukis muda berbakat, dipaksa untuk kuliah di Fakultas Ekonomi oleh ayahnya.
Bersama dengan sahabat Kugy sejak kecil, Noni (Sylvia Fully R), serta pacar Noni, yakni Eko (Fauzan Smith), yang juga adalah sepupu Keenan, mereka berempat menjadi geng kompak.
Dari yang semula saling mengagumi, Kugy dan Keenan diam- diam saling jatuh cinta.
Tapi berbagai hal menghalangi mereka.

Tak hanya itu, persahabatan Kugy dan Noni pecah ketika Kugy, demi menjaga hatinya, tak datang pada pesta ulang tahun Noni yang diadakan di rumah Wanda.
Keenan akhirnya pergi ke rumah Pak Wayan (Tyo Pakusadewo), seorang pelukis teman lama Lena, sekaligus mentor Keenan melukis.
Dalam suasana hati yang gundah, kreatifitas melukis Keenan buntu.
Luhde (Elyzia Mulachela), keponakan Pak Wayan, berhasil mengembalikan semangat Keenan.
Seorang kolektor langganan galeri Wayan bernama Remi (Reza Rahadian) menjadi pembeli pertama.

Ingin cepat meninggalkan Bandung dan lingkungan lamanya, Kugy berjuang untuk lulus cepat.
Begitu lulus sidang, kakak Kugy yang bernama Karel (Ben Kasyafani) membantu agar Kugy magang di biro iklan bernama AdVocaDo milik temannya, yaitu Remi.
Prestasi kerja Kugy cemerlang, dan menarik perhatian Remi.

Jadi, daripada sobat penasaran, mendingan saksikan penayangan film Perahu kertas di bioskop-bioskop kesayangan sobat, yang sudah mulai tayang bulan Agustus ini.

Karena belum ada link download filmnya, sobat bisa menyaksikan video official trailer  Perahu kertas tersebut :



Read More

17 March 2012

Negeri 5 Menara; Film Penuh Inspiratif

Jika sobat penggemar novel, mungkin diantara sobat ada yang pernah baca novelnya Ahmad Fuadi. Yah….Novel “Negeri 5 Menara” ternyata mendapat tempat dihati para pembacanya dan menjadi novel best seller tidak kalah dengan Lasakar Pelangi.
Mengikuti jejak sukses novel “Laskar Pelangi”, novel “Negeri 5 Menara” yang menceritakan kisah para santri Madani, berhasil dengan sukses divisualisasikan oleh Affandi Abdul Rachman sang sutradara dan Salman Aristo sebagai penulis skenario.

Di awal film ini, sobat akan dibawa ke ranah minang dengan dialek khasnya. Alif yang terpaksa mengikuti kemauan Ibunya (Lulu Tobing) diantar Ayahnya (David Chalik) menuju Pondok Madani untuk menuntut ilmu jauh dari tempat tinggalnya. Disitulah, Alif bertemu Said, Baso, Atang, Dulmadjid dan Raja. Mereka bersatu dalam Sohibul Menara (pemilik menara).


Pertemuan pertama mereka dengan Tyson mungkin akan
 menjadi gelak tawa riang sobat  yang pertama. Selain tentunya dialog-dialog menyentil lain di awal film ini bisa membuat sobat  tersenyum dan sedikit tertawa. Hehehe…..

Logat kental Baso dengan tajwidnya membuatnya lucu mengucapkan bahasa Inggris. Atang dari Bandung menunjukkan dialek
 khas sundanya. Dulmadjid asal Madura, Raja asli Medan, Said asli Surabaya, masing-masing apik menampilkan dialek khas daerah mereka membuat film ini semakin seru.

Man Jadda Wajada (siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses) sebuah ungkapan dari sebuah mahfudzat yang merupakan bacaan wajib bagi para santri, menjadi mantera yang
 ampuh bagi para Sohibul Menara untuk membuka pelajaran awal para santri yang disampaikan Ustad Salman (Donny Alamsyah). Inspiratif!
Film ini sebenarnya sudah tayang sejak 1 Maret 2012 loh. Okeh, penasaran? Sobat bisa lihat trailer film “Negeri 5 Menara” berikut ini. Kalo kurang puas tonton aja filmnya hehehe… 

Read More

© 2011 Muro'i El-Barezy, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena