Just an Ordinary Blogger...

Showing posts with label Rubrik Islam. Show all posts
Showing posts with label Rubrik Islam. Show all posts

09 July 2013

Penentuan Awal Ramadhan Ikut Pemerintah atau Ormas Islam?

penentuan awal ramadhan
Sudah menjadi kebiasaan tiap tahunnya, pasti ada selisih pendapat tentang penentuan awal Ramadhan dan ‘Idul Fitri. Sepertinya pemerintah kita tidak ada standar kalender hijriah yang baku yang bisa menyelesaikan masalah ini. Pada tahun inipun terjadi hal yang sama, pemerintah sudah menentukan kapan awal ramdhan, namun ada salah satu ormas yang dengan segala keyakinan dan argumennya tidak mau mengikuti kepeutusan pemerintah ini. Yang menjadi pertanyaan, apakah penentuan awal Ramadhan itu ikut pemerintah ataukah ormas Islam?

Saya sendiri tidak bisa menjelaskan dikarenakan ilmu yang tidak memadai dalah hal ini. Namun ada sedikit referensi yang mungkin bisa dijadikan renungan buat sobat yang bingung dengan keadaan yang hampir tiap tahun terus terjadi selisih pendapat seperti ini.

Namun sebagai inti dari dialog dalam video ini adalah bahwa sebaiknya kita dalam menentukan awal Ramdhan atau Idul fitri sebaiknya selalu mengikuti apa yang sudah ditetapkan oleh para Waliyyul Amr (penguasa kaum muslimin). Mengapa demikian? karena Idul fitri demikian pula puasa Ramadhan dan ‘Idul Adha adalah ibadah yang bersifat kolektif bersama seluruh kaum muslimin dan ibadah ini bersifat syiar sehingga perlua adanya kebersamaan dan satu presepsi, otak boleh berbeda tapi dalam pelaksanaan harus bersama. Nabi shallallahualaihi wasallam bersabda :
الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَاْلأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ
“Puasa itu pada hari (ketika) kalian semua berpuasa, Idul fitri pada hari ketika kalian semua beridulfitri dan Idul Adha ketika kalian semua ber Iduladha” 

Untuk lebih jelasnya bisa kita saksikan pada video berikut ini yaitu tentang penentuan awal Ramdahan itu ikut pemerintah atau ormas Islam?

Pada video ini, Ustadz Zainal Abidin, Lc. (Staf Ahli Syariah Majalah Pengusaha Muslim) menjawab sebuah pertanyaan klasik di negeri kita, yaitu tentang penentuan awal Ramadhan, apakah mengikuti keputusan pemerintah, ormas Islam, ataukah mengikuti negeri Arab Saudi? Semoga penjelasan singkat dari Ustadz Zainal dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kaum muslimin seputar penentuan awal Ramadhan. Saya harap bisa disaksikan sampai tuntas agar tidak timbul presepsi yang salah, dan silakan bisa sobat simpulkan masing-masing ini dari penjelasan tersebut.  Selamat menyaksikan.

Semoga video ini sedikit bermanfaat, namun semuanya kembali kepada keyakinan masing-masing. Semoga perbedaan ini tidak menjadi sebuah perpecahan. Selamat menunaikan ibdah shaum Ramadhan dan happy blogging...

Referensi : http://yufid.tv/penentuan-awal-ramadhan-ikut-pemerintah-atau-ormas-islam/

Read More

04 May 2013

Gerhana Matahari Cincin Diperkirakan 9-10 Mei

Gerhana Matahari Cincin
Gerhana Matahari Cincin | Sobat Muro’i El-Barezy, fenomena alam yang terjadi di sekitar kita adalah tanda-tanda dari kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala. Dan salah satu tanda kekuasaan Allah salah satunya akan dapat kita disaksikan 9-10 Mei 2013 mendatang. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan pada tanggal itu terjadi gerhana matahari cincin (GMC). Sesuatu yang mungkin jarang terjadi dan bahkan belum tentu kita menemukannya kembali.

Menurut BMKG pula, bahwa gerhana matahari cincin tersebut dapat diamati dari Samudra Pasifik, Australia, Singapura, Indonesia kecuali Sumatera bagian Utara dan Filipina bagian Selatan.
Australia dan Pasifik akan mengalami gerhana matahari cincin (GMC), sedangkan Indonesia kecuali Sumatera bagian Utara, mengalami gerhana matahari sebagian pada 10 Mei 2013 pagi hari.

Di Indonesia, seluruh fase gerhana sejak gerhana mulai, puncak gerhana hingga gerhana berakhir bisa dilihat di Kupang, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokrawi, Merauke dan Jayapura. Puncak gerhana, selain bisa dilihat di 8 kota tersebut, juga bisa dilihat di 10 kota lainnya. Yaitu Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kendari, Palu, dan Makassar. Sedangkan untuk akhir gerhana, seluruh kota termasuk Jakarta bisa melihatnya.

BMKG memprediksikan, selain terjadi pada 9-10 Mei 2013, Gerhana Matahari Cincin (GMC) juga akan terjadi pada 3 November 2013. Nah gimana sob, apakah daerah sobat juga diperkirakan akan mengalami gerhana matahari ini? Jika iya maka sebaiknya jangan dilewatkan fenomena langka ini. Dibawah ini adalah peta Gerhana Matahari Cincin (GMC) 9-10 Mei 2013.
Peta Gerhana Matahari Cincin (GMC) 9-10 Mei 2013
Gerhana matahari adalah fenomena alam tanda kekuasaan Allah. Sehingga sebaiknya kita tidak melakukan ritual yang memang seharusnya tidak kita lakukan karena bertentangan dengan syariat. Sebaiknya jika ada gerhana, baik bulan atau matahari, lakukanlah hal seperti dibwah ini.

Hal-Hal yang Dianjurkan Ketika Terjadi Gerhana :
Pertama: perbanyaklah dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan bentuk ketaatan lainnya.
Kedua: keluar mengerjakan shalat gerhana secara berjama’ah di masjid.
Ketiga: wanita juga boleh shalat gerhana bersama kaum pria.
Keempat: menyeru jama’ah dengan panggilan “ash sholatu jaami’ah” dan tidak ada adzan maupun iqomah.
Kelima: berkhutbah setelah shalat gerhana.

Berikut ini tata cara shalat gerhana :
[1] Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ’alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.
[2] Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.
[3] Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:
جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ
”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)
[4] Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.
[5] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’
[6] Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
[7] Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.
[8] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).
[9] Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.
[10] Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
[11] Salam.
[12] Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak. (Lihat Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim, 349-356, Darul Fikr dan Shohih Fiqih Sunnah, 1/438)

Demikian mengenai gerhana matahari cincin dan hal-hal yang disunnahkan ketika terjadi gerhana tersebut. Semoga bermanfaat dan happy blogging...

Referensi :
http://www.bersamadakwah.com/2013/05/subhanallah-gerhana-matahari-cincin.html
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/seputar-gerhana-matahari-2.html

Read More

14 April 2013

Diantara Penghalang Pintu Rizki

rezeki tukang becak
Diantara Penghalang Pintu Rizki | Mengawali artikel yang mungkin sedikit bermanfaat ini, simaklah obrolan tukang becak seputar rejeki nomplok karena banyaknya order pengiriman air bersih dari warga karena ada masalah distribusi air bersih. Allah memang Maha Kuasa memberi rejeki dengan cara yang dikehendaki dan tidak diduga-duga.

Pagi itu jam baru menunjuk pukul 06.45,  tapi Muksin salah satu tukang becak sudah mengirim 2 rit / becak berisi 6 derigen air dengan harga Rp 50.000 / rit.  Sungguh limpahan rejeki yang luar biasa bagi Muksin yang masih sibuk mengisi derigen airnya untuk dikirim lagi. Pada hari biasa Muksin biasa mengantongi Rp 20.000 – Rp 25.000 / hari.

“Alhamdulillah masih ada 2 rit lagi yang masih harus saya kirim, mudah-mudahan sore nanti ada yang order lagi” kata Muksin bersemangat. Tapi harapannya kendur setelah temannya nyeletuk ” Gak ada order lagi Sin … pagi ini air sudah nyala”.

Meskipun mulai ragu Muksin tetap yakin air PAM belum mengalir karena baru saja dia terima order, dia menyahut: ” Air menyala dari mana ? Perbaikan pipa akan lama , bisa setengah bulan itu yang saya dengar dari orang-orang”.
“Kalau tidak percaya coba buka kran itu” kata teman Muksin sambil menunjuk halaman salah satu rumah yang ada kran airnya”.

Muksin pun dengan langkah gontai berjalan menuju kran yang ditunjuk oleh temannya, dan josssssss…... air mengalir. Lemaslah dengkul Muksin, rejeki yang sudah di depan mata lenyap sudah. Semoga Allah memberikan jalan rejeki yang lain bagi tukang-tukang becak dan penjual air lainnya..........

Sobat Muro’i El-Barezy, dialaog diatas hanya sebuah gambaran bahwa memang rizki itu sudah ada yang mengatur. Ada istilah lebih tepatnya anekdot dalam bahasa daerah dimana saya tinggal (sunda), “Rezeki mah moal pahili jeung sandal jepit”. Yang artinya rezeki itu tidak akan tertukar dengan sandal jepit. Allah juga sudah menentukan rizki bagi siapa saja yang mau berusaha. Dan kadang tanpa disangka-sangka dan dengan jalan yang tidak terduga pula.

Dan mungkin jika tiba-tiba apa yang sudah ada depan mata, namun tidak kita miliki juga, berarti itu rizki orang lain. Sahabat, bisa jadi Allah menjauhkan rizki dari kita karena beberapa sebab perbuatan kita. Diantara sebab-sebab penghalang rizki adalah sebagai berikut :

1. Melawan Pemberi Rezeki
Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah Ini (Ka’bah). Yang Telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan (QS. Quraisy:3-4) Ayat ini memerintahkan untuk memurnikan ibadah hanya kepada Rabb penguasa Ka’bah sehingga Allah akan memberikan dua rezeki sekaligus, yaitu dicukupkan kebutuhan dunianya dan diberi keamanan diakhirat.

2. Berbuat Dosa
Rasulullah bersabda: Malaikat Jibril membisikkan di dalam hatiku, bahwa suatu jiwa tidak akan mati hingga telah sempurna rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan carilah rezeki  dengan cara yang baik dan hendaklah tertundanya rezeki tidak mendorong kalian untuk mencarinya dengan kemaksiatan kepada Allah, karena sesungguhnya keridhaan di sisi Allah tidak akan bisa diraih kecuali dengan ketaatan kepada-Nya (HR Abu Nu’aim, al-Baihaqi dan al-Bazar dari Ibn Mas’ud).

3. Mengingkari Nikmat
Dan Allah Telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; Karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat (QS. AN Nahl: 112)

4. Mengotori diri dengan harta riba
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya :Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.
Ibnu Mas’ud berkata: Pemakan riba, yang memberikan harta riba, penulisnya, dan saksinya dilaknat oleh Muhammad Shalallahu’alaihi wasalam.

5. Curang dalam usaha
Abu Hurairah berkata bahwasanya Rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam suatu saat melewati seonggok makanan yang dijual di pasar. Lalu Rasulullah memasukkan tangannya ke dalam onggokan makanan itu hingga jari beliau menyentuh makanan yang basah. Rasulullah bertanya, “Apa ini wahai penjual makanan?” Penjual makanan menjawab, “Itu kena hujan wahai Rasulullah!” Rasulullah bersabda: “Mengapa tidak kamu letakkan yang basah itu di atas supaya dapat dilihat orang-orang? Barang siapa berbuat curang maka ia bukan golongan kami “(HR Muslim).

6. Bakhil
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Ali Imran: 180).

7. Bekerja sampai melalaikan kewajiban
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi (QS. Al Munafikun: 9)

8. Melalaikan dzikir
Dan barangsiapa berpaling dari mengingat-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.(QS. Thaha: 124)
Ad Dhahak berkata: Yang dimaksud penghidupan yang sempit adalah penghidupan yang dipenuhi amal buruk serta rezeki yang buruk pula. [sumber]

Semoga bermanfaat dan happy blogging…..


Read More

22 March 2013

Ilmu Buat Sang Pencari Ilmu

ilmu
Ilmu Buat Sang Pencari Ilmu | Mencari ilmu atau belajar itu adalah merupakan sebuah kewajiban bagi kita selama hayat masih di kandung badan, karena prinsip mencari ilmu adalah long live education yang artinya pendidikan sepanjang masa. Sebagai orang yang terjun dalam dunia pendidikan, saya merasakan bahwa semakin banyak memberikan ilmu, maka akan semakin merasa terasah kemampuan.

Ilmu tidak akan habis jika diamalkan,tapi justru akan sebaliknya. Ilmu itu lebih mulia kedudukannya daripada harta. Coba kita simak bagaimana ungkapan Ali bin Abi Thalib mengenai harta dan ilmu ini.

Dikisahkan ada sepuluh orang Khawarij datang mengunjungi tempat  Ali bin Abi Thalib. Mereka bermaksud menguji sejauh mana kedalaman ilmu yang di kuasai oleh Ali bin Abi Thalib. Mereka penasaran karena Rasulullah saw dalam sabdanya pernah menggambarkan bahwa bila beliau adalah kota ilmu, maka Ali adalah pintunya.

"Hai Ali, manakah yang lebih mulia, ilmu atau harta benda, dan terangkan sebab-sebabnya?" ujar salah seorang dari mereka. Diantara 10 jawaban Sayyidina Ali adalah,

"Pengetahuan dan ilmu adalah warisan para nabi. Sedangkan harta kekayaan adalah warisan Fir'aun, Qorun, Syadad, dan sejenisnya. Maka ilmu lebih mulia daripada harta." Lalu Ali menguraikan penjelasannya :

Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu bisa memelihara empunya. Sedangkan harta, empunya yang harus menjaga.

Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena orang yang berilmu banyak sahabatnya. Sedangkan orang yang banyak hartanya kebih banyak musuhnya.

Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu hanya diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang dicintaiNya. Sedangkan harta diberikan oleh Allah kepada orang, baik yang dicintai maupun yang tidak dicintaiNya.

Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu bila disebarkan akan bertambah. Sedangkan harta jika disebarkan atau dibagikan akan berkurang.

Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu tidak dapat dicuri. Sedangkan harta dapat dicuri dan dapat hilang.

Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu tidak dapat binasa dan tidak dapat habis selamanya. Sedangkan harta benda bisa habis dan bisa lenyap karena masa atau usia.

Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu memberi sinar kebaikan, menjernihkan pikiran dan hati serta menenangkan jiwa. Sedangkan harta benda pada umumnya menggelapkan jiwa dan hati.

Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena orang yang berilmu lebih terdorong untuk mencintai Allah, merendahkan diri, dan bersifat perikemanusiaan. Sedangkan harta benda membangkitkan orang pada sifat-sifat sombong, congkak, takabur, dan angkuh.

Berkaitan dengan menuntut ilmu, saya teringat semasa di bangku sekolah dulu. Seorang ustadz menyampaikan pengajian kitab Ta’limul Muta’allim (تعليم المتعلم) membahas tentang syarat menuntut ilmu bagi seorang murid. Ada sebuah syair bagus yang sampai saat ini masih teringat dalam pikiran saya :
الا لا تنال العلم الا بستة سأنبيك عن مجموعها ببيان
ذكاء وحرص واصطباروبلغة وارشاد استاذ وطول زمان
“Ingatlah, engkau tidak akan memperoleh ilmu yang bermanfaat kecuali dengan 6 syarat yaitu : cerdas, semangat, sabar, biaya, memuliakan ustadz, dan waktu yang lama”.

1. Cerdas
Dalam mencari ilmu sesorang haruslah berpikir kritis  alias cerdas. Kecerdasan sangatlah dibutuhkan agar ilmu dapat diterima dengan baik dan optimal. Namun bukan berarti orang yang cerdas tidak wajib menuntut ilmu. Kecerdasan seseorang bisa diasah jika ia punya kemauan dan ketekunan.

2. Semangat
Seorang murid seyogyanya bersungguh-sungguh, optimis, memiliki semangat dalam belajar. Karena rasa optimisme inilah ada suatu keinginan yang kuat dalam dirinya untuk mencapai ilmu yang ia inginkan.

3. Sabar
Butuh kesabaran bagi seseorang yang menuntut ilmu. Ilmu tidak dapat diperoleh secara langsung ke otak, semua tergantung otak dalam menyerap ilmu yang dipelajarinya. Menuntut ilmu tidak bisa sebulan dua bulan, tapi perlu waktu yang lama untuk mendapatkannya.

4. Biaya
Finansial merupakan faktor dasar dalam pendidikan saat ini. Untuk memasuki sekolahan, pesantren, kampus maupun yang lainnya sangatlah membutuhkan biaya yang bahkan tidak kecil nominalnya. Tidak dipungkiri lagi, biaya pendidikan saat ini cukuplah mahal sehingga menuntut  ilmu itu perlu biaya yang tidak sedikit pula.

5. Memuliakan Ustadz atau Guru
Ta’dzim atau menghormati ustadz  atau kepada guru sangatlah penting karena melalui perantara beliaulah seorang murid bisa memperoleh ilmu. Berkah dan ridho seorang guru percaya atau tidak, itu juga mempengaruhi kemanfaatan ilmu bagi sang pencarinya. Berbuat baiklah kepada guru-guru kita.

6. Waktu yang Lama
Memang membutuhkan waktu yang lama bahkan tidak ada batas dalam mencari ilmu. Bahkan sering kita dengar kata-kata mutiara “Tuntutlah ilmu sejak buaian hingga liang lahat” yang mengisyaratkan bahwa menuntut ilmu itu selamanya. Selama kita hidup ilmu masih akan kita perlukan.

Semoga bermanfaat dan wilujeung ngeblog…..


Read More

23 January 2013

Maulid Nabi

maulid nabi
Agar tidak terjadi salah presepsi, mohon dibaca sampai selesai yah..(maksa.com).
Seorang Syekh atau ustadz bertanya kepada muridnya " Tentang amal maulid..? Si murid menjawab "HARAM di kerjakan..!!

Lalu sang Syekh bertanya lagi, apa menurutmu tentang sholawat kepada Rasul Allah..? " Si murid menjawab " amal yang baik dan perintah Allah dalam Alqur'an :

ان الله و ملائكته يصلون على النبي ياايها الذين امنوا صلوا عليه و سلموا تسليما
Ooh.. Terus pendapatmu tentang pembacaan Al-Qur'an..?? Si murid berkata " membaca Al-Quran adalah amal sholeh "...

Lalu pendapatmu tentang mengkaji dan membaca sirah perjalanan Rasul..??.. Si murid menjawab " Allah saja membuat surat tentang Ashabulkahfi, surat Maryam, dan banyak dari surat berisi tentang sejarah para Rasul dan sholihin agar kokoh iman di hati, masa kita ngga boleh baca sirah Nabi"
كلا نقص عليك من انباء الرسل ما نثبت به فؤادك

Pendapatmu tentang memuji Rasul..? Si murid berkata " Allah saja memuji Rasul dengan berfirman :
و انك لعلى خلق عظيم
Sungguh engkau memiliki budi pekerti yg agung..

Lalu pendapatmu tentang berdo'a..? Jawab murid " berdoa adalah perintah Allah dan pokok dari Ibadah "
***

Sobat Muro’i El-Barezy, dialog diatas adalah hanya sekedar gambaran, betapa sampai saat inipun boleh atau tidaknya maulid nabi masih menjadi perdebatan diberbagai kalangan. Dan silakan sobat simpulkan masing-masing boleh atau tidaknya dari peringatan maulid tersebut. Namun seyogyanya kita tidak larut dengan perbedaan ini. Memperingati maulid nabi memang tidak diajarkan atau diperintahakan oleh Rosulullah. Tapi tidak salah juga jika kita mengagungkan beliau dengan bersholawat kepadanya dengan cara-cara yang tidak dilarang dalam agama.

Kini tergantung kita, apakah mau mengikuti petunjuk Rasulullah atau menentangnya. Mengambil sunnah atau membuangnya. Mengikuti ajarannya atau meninggalkannya. Meneladaninya atau mengabaikannya. Orang mukmin pasti memilih yang pertama, karena itulah bukti cintanya pada Allah dan Rasul-Nya, sekaligus jalan keselamatan dan kebahagiaan.

Inilah bagian penting dari refleksi maulid Nabi. Kelahiran Rasulullah yang merupakan rahmat, seharusnya membuat kita menjadi umatnya yang selamat dan memperoleh syafaat dengan jalan mencintainya dan menghidupkan sunnahnya. Refleksi nyata akan sejarah besar rosul yang harus kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari dengan mengikuti segala perintahnya dan menjauhi segala laranganya adalah jauh lebih baik. Bukan dengan sebaliknya, memperingatinya dengan melakukan hal-hal yang menjurus kepada kemusyrikan.  Wallahu ‘alam.

Semoga bermanfaat, happy blogging….


Read More

10 January 2013

Mengapa Doa Kita Tidak Terkabul

Mengapa Doa Kita Tidak TerkabulMengapa Doa Kita Tidak Terkabul | Doa adalah permohonan hamba kepada Tuhannya. Doa dalam pandangan Islam merupakan ibadah yang sangat besar kedudukannya. Doa adalah senjatanya orang muslim. Dikala usaha dan ikhtiar sudah dilaksanakan dengan semaksimal mungkin, selebihnya adalah tergantung kehendak Allah dengan memohon agar apa yang kita inginkan tercapai maksudnya.

At-Tirmidzi telah meriwayatkan hadits yang diriwayatkan dari Anas r.a.: “Doa adalah otaknya ibadah”.

Banyak atsar yang diterima dari Rasulullah Saw yang mendorong agar kaum Muslimin senang berdoa, antara lain:

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah yang diterima dari Abu Hurairah r.a.: “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah selain doa”.

Bukhari telah meriwayatkan sebuah hadits yang berbunyi: “Barangsiapa yang tidak memohon kepada Allah, maka Dia (Allah) akan marah kepadanya”.

Namun sobat, pernahkan kita merasa lelah berdoa, namun apa yang kita harapkan tidak kunjung tiba. Apakah Allah tidak mendengar doa kita? Tentunya tidak sobat, Allah Maha Mendengar dan Maha Tahu sampai apa yang terdetik dalam hati sekalipun.  Tapi barangkali ada hijab antara kita dengan Allah disebabkan beberapa hal sehingga doa kita tidak terkabulkan oleh Allah. Berikut ini adalah hal-hal yang menghalangi doa kita.

Dikisahkan pada suatu hari, Ibrahim bin Ad-ham melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata, “Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa namun tidak pernah dikabulkan.?” Ia menjawab, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal:

Kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.
Kalian mengaku cinta Rasulullah SAW tetapi meninggalkan sunnahnya.
Kalian membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.
Kalian memakan nikmat-nikmat Allah SWT tetapi tidak pernah pandai mensyukurinya.
Kalian mengatakan bahwa syaithan itu adalah musuh kalian tetapi senang mendengar mengikuti bisikannya.
Kalian katakan bahwa surga itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah beramal untuk menggapainya.
Kalian katakan bahwa neraka itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak mau lari darinya.
Kalian katakan bahwa kematian itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah menyiapkan diri untuknya.
Kalian bangun dari tidur lantas sibuk memperbincangkan aib orang lain tetapi lupa dengan aib sendiri.
Kalian kubur orang-orang yang meninggal dunia di kalangan kalian tetapi tidak pernah mengambil pelajaran dari mereka".
(Mi’ah Qishshah Wa Qishshah Fii Aniis ash-Shaalihiin Wa Samiir al-Muttaqiin karya Muhammad Amin al-Jundi)

Semoga kita, saya pribadi dan sobat sekalian terhindar dari sepuluh hal diatas. Semoga bermanfaat dan happy blogging...




Read More

06 January 2013

Alasan Kenapa Daging Babi Haram Dikonsumsi

daging babi
Alasan Kenapa Daging Babi Haram Dikonsumsi | Mengapa Allah mengharamkan daging babi alias daging celeng? Tentunya ada sebab mengapa diharamkan. Di dalam Al-Qur’an dijelaskan tentang keharaman daging babi tersebut. Seperti firman-Nya dalam surat Al-Maidah ayat 3 :

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ
 “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.”

Jelas dalam ayat tersebut Allah menyatakan keharaman memakan daging babi. Tapi tidak berarti dengan pengharaman memakan daging babi berarti mengharamkan hewan tersebut, sehingga umat muslim berhak memusuhinya dan menyakitinya. Malah kalau dilihat dari segi amannya, babi hidup lebih aman dari pada sapi dan kambing, karena mereka kemudian tidak disembelih, sehingga mereka hidup lebih bebas.

Secara ilmiah, ilmu pengetahuan juga telah membuktikan keharaman daging babi untuk dikonsumsi. Disini saya berikan data yang berasal dari berbagai sumber :

1. Dagingnya berbau pesing
Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi. Menurut sebuah penelitian, bau tersebut disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke dagingnya.

2. Hewan yang sangat rakus.
Tahukah sobat kalau babi melahap semua makanan yang ada di hadapannya? Jika makanan itu telah habis dan dia kekenyangan, apa yang telah dimakannya itu dimuntahkan kembali, dan kemudian muntahan itu dimakannya lagi. Bahkan jika lapar, kotoran pun dimakan, termasuk kotorannya sendiri, kotoran manusia, dan kotoran hewan lain. Yang lebih menjijikkan, hewan ini juga senang kencing sembarangan, termasuk kencing pada makanan yang akan disantapnya.

3. Gemar makan tanah
Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang gemar memakan tanah. Dia memakan dalam jumlah besar dan dalam waktu yang lama jika tidak dicegah. Tak heran jika kulit orang yang suka memakan daging babi ada yang menguarkan bau tidak sedap.

4. Dagingnya mengandung cacing berbahaya
Mungkin karena pola hidup dan pola makannya yang jorok, daging babi mengandung cacing pita yang berbahaya bagi kesehatan. Cacing ini berkembang di usus 12 jari manusia. Dalam beberapa bulan, cacing itu akan menjadi dewasa dan berkembang biak. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar 1.000 ekor dengan panjang antara 4 – 10 meter, dan terus hidup di tubuh manusia. Cacing ini mengeluarkan telurnya melalui kotoran yang dikeluarkan manusia saat BAB (buang air besar).

5. Penyebab utama kanker anus dan kolon
Daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia seperti Cina dan India. Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1.000 jiwa.

Untuk lebih meyakinkan tentang adanya unsur berbahaya dalam daging babi, silakan intip video berikut :


Melihat fakta secara ilmiah apa yang terkandung dalam babi, tentunya sudah jelas keharamannya bagi kita terutama yang muslim untuk tidak mengkonsumsinya. Baik itu daging, tulang, darah dan yang lainnya dari babi.

Dewasa ini banyak unsur-unsur dari babi yang dipergunakan untuk produk yang dikonsumsi secara umum. Dan kadangkala kita tidak tahu bahwa produk tersebut mengandung unsur babi. Mungkin banyak umat Islam tidak tahu bahwa label label yang bertuliskan 'This product contain substance from porcine’. Sebenarnya bermaksud 'Produk ini mengandungi bahan dari babi’. Selain itu, ada juga label yang kerap digunakan adalah 'The source of gelatin capsule is porcine' yang maksudnya adalah 'Kapsul dari gelatin babi’.

Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah beberapa istilah sains yang digunakan dalam produk yang mengandungi unsur babi:

Pork : Istilah yang digunakan untuk daging babi di dalam masakan.
Swine : Istilah yang digunakan untuk keseluruhan kumpulan spesis babi.
Hog : Istilah untuk babi dewasa, berat melebihi 50 kg.
Boar : Babi liar.
Lard : Lemak babi yang digunakan bagi membuat minyak masak dan sabun.
Bacon : Daging hewan yang disalai, termasuk babi.
Ham : Daging pada bahagian paha babi.
Sow : Istilah untuk babi betina dewasa (jarang digunakan).
Sow Milk : Susu babi.
Pig : Istilah umum untuk seekor babi atau sebenarnya bermaksud babi muda, berat kurang daripada 50 kg.
Porcine :Istilah yang digunakan untuk sesuatu yang berkaitan atau berasal daripada babi. Porcine sering digunakan di dalam bidang pengobatan untuk menyatakan sumber yang berasal dari babi.

Demikian beberapa istilah dalam produk yang menggunakan unsure babi. Semoga kita lebih waspada untuk menghindari produk-produk yang mengandung babi karena sudah jelas keharamannya dan kerugiannya bagi kita. Dan tidak ada perdebatan tentang pengharamannya.

Semoga bermanfaat dan happy blogging. [dari berbagai sumber]


Read More

22 December 2012

Ibu Dalam Perspektif Islam

Ibu dalam Perspektif Islam
Ibu Dalam Perspektif Islam | Hari ini tanggal 22 Desember, tentunya tidak asing lagi buat sobat. Yah hari ini adalah HARI IBU. Yang sering muncul dalam pertanyaan entah itu serius atau bercanda, kenapa tidak ada hari Bapak yah? Sebenarnya mungkin tidak ada maksud diskriminasi gender dalam hal ini. Karena memang ternyata dalam Islam sendiri, seorang ibu mempunyai nilai lebih dimata keluarga dan anak-anaknya. Tentunya tidak sediktipun menafikan jasa seorang bapak terhadap keluarganya.

Seorang ibu sudah mengalami tiga macam kepayahan, yang pertama adalah hamil, kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Belum lagi ia harus mengasuh dan membimbing anak-anak hingga menjadi dewasa.
Karena itu kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah. Sebagaimana dikemukakan dalam sebuah hadits,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Imam Adz-Dzahabi rahimahullaah, beliau berkata dalam kitabnya Al-Kabaair :

Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun.
Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.
Dia telah menyusuimu dari putingnya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.
Dia cuci kotoranmu dengan tangan kirinya, dia lebih utamakan dirimu dari padadirinya serta makanannya.
Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.
Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu.
Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.
Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.
Dia selalu mendo’akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.
Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu.
Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar.
Engkau puas minum dalam keadaan dia kehausan.
Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu.
Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat.
Berat rasanya atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah.
Engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek.
Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu.
Padahal Allah telah melarangmu berkata ‘ah’ dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut.
Engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu.
Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘aalamin.
(Akan dikatakan kepadanya),
ذَلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدَاكَ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ
“Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya”. (QS. Al-Hajj : 10)
(Al-Kabaair hal. 53-54, Maktabatush Shoffa, Dar Albaian)

Demikianlah dijelaskan oleh Imam Adz-Dzahabi tentang besarnya jasa seorang ibu terhadap anak dan menjelaskan bahwa jasa orang tua kepada anak tidak bisa dihitung.

Sobat Muro'i El-Barezy, kita mungkin tidak punya kapasitas untuk menghitung satu demi satu hak-hak yang dimiliki seorang ibu. Islam hanya menekankan kepada kita untuk sedapat mungkin menghormati, memuliakan dan menyucikan kedudukan sang ibu dengan melakukan hal-hal terbaik yang dapat kita lakukan, demi kebahagiannya. Pertanyaannya adalah sudahkah kita membahagiakan ibu kita?

Selamat Hari Ibu...



Read More

20 December 2012

Inilah Tanda-Tanda Kiamat

tanda-tanda kiamat
Inilah Tanda-Tanda Kiamat | Gara-gara prediksi suku Maya tentang datangnya hari kiamat, banyak orang yang menelan mentah-mentah kepercayaan ini. Yang lebih aneh lagi mereka sudah mempersiapkan diri menyongsong datangnya kiamat dengan cara-cara konyol mereka. Seperti diberitakan, suku Maya meyakini bahwa kiamat akan terjadi tanggal 21 Desember 2012.

Sebagai orang yang beriman kita memang harus mempercayai tentang hari kiamat ini dan pasti akan terjadi. Namun kapan kiamat terjadi, tidak ada seorang pun yang tahu. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak mengetahuinya. Namun, Allah telah memberitahukan kepada beliau mengenai tanda-tanda kiamat. Jika tanda-tanda ini belum muncul, kiamat belum akan terjadi. Nah jadi pada postingan kali ini, Muro’i El-Barezy sedikit menjelaskan seperti apa sih sebenarnya tanda-tanda kiamat tersebut.

Diantara tanda-tanda kiamat itu disebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits shahih riwayat Ibnu Majah berikut ini:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَكُونَ عَشْرُ آيَاتٍ طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَالدَّجَّالُ وَالدُّخَانُ وَالدَّابَّةُ وَيَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَخُرُوجُ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَثَلاَثُ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعْرِ عَدَنِ أَبْيَنَ
“Tidaklah hari kiamat akan terjadi sampai terjadinya sepuluh tanda-tanda kiamat: terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya, munculnya Dajjal, awan, dabbah, Ya’juj dan Ma’juj, keluarnya Isa bin Maryam, terjadinya tiga gerhana: gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di negeri Arab, serta api yang keluar dari dalam Qar ‘And Abyan.” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah. Imam Muslim juga meriwayatkan hadits yang senada dengan hadits tanda-tanda kiamat ini)

Tentang turunnya Nabi Isa sebagai bagian dari tanda-tanda kiamat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا ، فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ ، وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ
“Tidak akan terjadi hari kiamat sampai turunnya Isa bin Maryam kepada kalian, menjadi hakim yang bijak. Maka ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, meletakkan pajak dan harta melimpah ruah sehingga tidak seorangpun yang menerimanya.” (HR. Al Bukhari)

Dalam riwayat Imam Muslim dan Ibnu Majah lainnya dijelaskan tanda-tanda kiamat oleh Rasulullah dengan lebih terinci, beserta urutannya (lihat Shahih Sunan Ibnu Majah hadits ke 3310). Dalam hadits tanda-tanda kiamat itu disebutkan bahwa setelah munculnya Dajjal, turunnya Isa bin Maryam, munculnya Ya’juj dan Ma’juj, kemudian harta melimpah ruah seperti hadits sebelumnya. Ketika mereka tengah berada dalam kondisi demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala lantas mengirim angin yang baik dan harum, lalu dicabutlah seluruh roh muslim. Sisanya hanyalah orang jahat yang berkelakuan seperti keledai. Dan kepada merekalah kiamat pun datang.

Demikian sekelumit tanda-tanda kiamat diantara begitu banyak hadits yang menjelaskannya. Dari sedikit tanda kiamat tersebut, tampak nyata bahwa tanda-tanda kiamat di atas belum muncul hingga saat ini. Matahari masih terbit dari timur, Dajjal belum muncul, Nabi Isa belum turun, dan masih banyak umat Islam.

So apakah masih mau percaya kalo kiamat bakal terjadi tanggal 21 Desember 2012 ??..

Referensi : http://www.bersamadakwah.com/2012/12/tanda-tanda-kiamat.html



Read More

22 November 2012

Inilah Keistimewaan Palestina Menurut Islam

Palestina
Inilah Keistimewaan Palestina Menurut IslamTanah Palestina memiliki status yang cukup istimewa dalam persepsi Islam, status yang membuatnya menjadi pusat perhatian kaum muslimin dan menjadi tambatan hati mereka. Tempat dimana saat ini terus bergolak oleh agresi militer Yahudi Israel Laknatullah. Nah sobat Muro’i El-Barezy, kira-kira seberanya apa sih kestimewaan dari Negara Palestina menurut Islam? 

Berikut beberapa point yang menjadikan Palestina memiliki status istimewa dalam Islam.

1. Di Palestina ada Masjid al Aqsha al Mubarak.
Masjid al Aqsha merupakan qiblat pertama kaum muslimin dalam shalat mereka. Selain itu, al Aqsha dianggap sebagai masjid ketiga baik status maupun kedudukanya setelah masjidil Haram dan masjid Nabawi. Disunnahkan untuk pergi dan mengunjunginya, shalat di dalamnya dilipatgandakan sampai 500 kali shalat di masjid lain. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh memaksakan perjalanan kecuali pergi ke tiga masjid: al Masjidil Haram, masjid saya ini (masjid Nabawi – petj.) dan al Masjidil Aqsha.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat di Masjidil Haram sebanding dengan 100 ribu kali shalat, dan shalat di masjid saya sebanding dengan 1000 kali shalat, dan shalat di Baitul Maqdis (Masjidil Aqsha) sebanding dengan 500 kali shalat.”

2. Palestina adalah tanah yang diberkati Allah subhanahu wa ta’ala.
Hal ini sesuai dengan apa yang ditegaskan dalam al Quran al Karim,
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ اْلأَقْصَا الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَآ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Allah berfirman,
وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى اْلأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ
“Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.”

3. Palestina adalah tanah suci.
Ini berdasarkan nash al Quran, di mana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman lewat lisan Nabi Musa ‘alaihis salam,
يَاقَوْمِ ادْخُلُوا اْلأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللهُ لَكُمْ وَلاَ تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنقَلِبُوا خَاسِرِينَ
Artinya: “Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena kamu takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.”
Az Zajjaj berkata, yang dimaksud dengan ardhul muqaddasah adalah tanah suci (at thahirah). Konon dinamakan muqaddasah karena bersih dari kesyirikan dan dijadikan tempa tinggal bagi para nabi dan orang-orang beriman.

4. Palestina adalah tanah para nabi dan tempat diutusnya mereka.
Di antara para nabi dan rasul yang pernah hidup di Palestina, seperti disebutkan dalam al Quran al Karim, adalah Ibrahim dan Ismail, Ishak, Ya’qub, Yusuf dan Luth, Dawud, Sulaiman, Shaleh, Yakariya, Yahya dan Isa ‘alaihimus salam. Dan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah mengunjunginya. Juga telah tinggal di Palestina nabi-nabi Bani Israel; kaum yang memang banyak dihiasi oleh nabi-nabi, setiap kali nabi wafat Allah utus nabi baru. Dan di antara nabi mereka yang tersebut di dalam hadits shahih adalah Nabi Yusha’ ‘alaihis salam. Oleh karena itu, mana kala kaum muslimun membaca al Quran al Karim mereka merasakan adanya ikatan yang agung antara diri mereka dengan tanah suci Palestina ini, karena pertarungan antara yang hak dan yang bathil terpusat di tanah ini. Karena mereka juga meyakini bahwa mereka adalah pengusung warisan para nabi dan yang mengangkat panji-panji mereka.

5. Palestina adalah tempat isra’nya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Allah subhanahu wa ta’ala telah memilih Palestina sebagai tempat isra’nya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Dari sini pula Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bermi’raj ke langit. Dengan peristiwa ini Allah memuliakan dan mengagungkan Masjidil Aqsha dan tanah Palestina, dengan menjadikan Baitul Maqdis sebagai pintu menuju langit. Di Masjidil Aqsha Allah kumpulkan para nabi bersama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk shalat berjama’ah yang diimami oleh beliau. Semua itu adalah bukti-bukti kelangsungan risalah tauhid yang dibawa oleh para nabi, juga berpindahnya imamah, kepemimpinan dan tanggungjawab risalah (misi) kepada umat Islam.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Saya diberi Buraq kemudian saya tunggangi hingga sampai di Baitul Maqdis terus saya ikat dengan rantai yang biasa digunakan para nabi untuk mengikat. Kemudia saya masuk masjid dan shalat dua rakaat. Selanjutnya saya dibawa mi’raj menuju langit.”

6. Para Malaikat mengepakkan sayapnya di atas tanah Palestina.
Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Duhai, beruntungnya negeri Syam. Duhai, beruntungnya negeri Syam.” Kemudian para shahabat bertanya, kenapa bisa begitu wahai Rasulullah? Beliau bersabda, “Mereka para malaikat Allah mengepakkan sayapnya di atas negeri Syam.” Dan Palestina adalah bagian dari negeri Syam.

7. Palestina adalah tanah Mahsyar dan Mansyar (tempat dikumpulkan dan disebarkan) manusia.
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad dari Maimunah binti Sa’d radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Wahai Nabi Allah, fatwakan kepada kami mengenai Baitul Maqdis. Beliau bersabada, “Tanah Mahsyar dan Mansyar.”

8. Palestina adalah rumah negeri Islam saat terjadi cobaan dan fitnah begitu dahsyat.
Dari Salamah bin Nufail berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rumah negeri Islam adalah di Syam.” Dan dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Saya melihat tiang-tiang al Kitab (al Quran) tercerabut dari bawah bantalku. Maka saya lihat ketika tiba-tiba ada cahaya yang berkilauan menyangga menuju Syam, ketahuilah iman itu ada di Syam ketika terjadi fitnah.”

9. Orang yang tinggal di Palestina dinilai layaknya mujahid dan murabith (penjaga keamanan dari serangan musuh) di jalan Allah.
Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Penduduk Syam beserta istri-istri, keluarga, hamba sahaya mereka baik yang laki-laki mapun perempuan, sampai ujung pulau adalah para murabith di jalan Allah. Maka barang siapa menduduki salah satu kota dari kota-kotanya maka dia sedang murabith, dan barang siapa menduduki satu benteng kota maka dia dalam jihad.”

10. Banyak hadits yang saling menjelaskan dan menguatkan bahwa thaifah manshurah (kelompok yang mendapat pertolongan) yang konsisten dalam kebenaran (al haq) ada di Syam, khususnya di Baitul Maqdis dan sekitarnya.
Diriwayatkan dari Abu Umamah, secara marfu’ kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Akan tetap ada sekelompok umatku berada dalam kebenaran, tak terkalahkan oleh musuh-musuhnya sampai datangnya putusan Allah sedang mereka tetap demikian.” Kemudian ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, dimanakah mereka?” Beliau bersabda, “Baitul Maqdis dan daerah sekitarnya.”   

Demikian beberapa keistimewaan tanah palestina. Saudaraku, siapa yang masih peduli dengan tempat yang istimewa ini? Mari kita doakan saudara-sadara kita disana, semoga terbebas dari kungkungan zionis yahudi Israel laknatullah. Semoga bermanfaat..[ sumber ]


Read More

17 October 2012

Khutbah Idul Adha 1433 H

Khutbah Idul Adha 1433 HAssalamu 'alaikum. Buat saudara-saudaraku kaum muslimin yang kebetulan sedang mencari referensi khutbah Idul Adha 1433 H, berikut ini ane sajikan materi khutbah Idul Adha 1433 H tersebut. Semoga referensi ini bisa bermanfaat buat saudaraku sekalian. 
Khutbah Idul Adha 1433 H: Harapan Nabi Ibrahim, Harapan Kita Semua
Oleh : Drs. Ahmad Yani
الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Khutbah Idul Adha 1433 H
Kembali kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah swt yang telah begitu banyak memberikan kenikmatan kepada kita sehingga kita tidak mampu menghitungnya, karena itu keharusan kita adalah memanfaatkan segala kenikmatan dari Allah swt untuk mengabdi kepada-Nya sebagai manifestasi dari rasa syukur itu, salah satunya adalah ibadah berkorban pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik. Allah swt berfirman:
 إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah (QS Al Kautsar [108]:1-2).
Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad saw, kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya dan para penerus risalahnya yang terus berjuang untuk tegaknya nilai-nilai Islam di muka bumi ini hingga hari kiamat nanti.
Takbir, tahlil dan tahmid kembali menggema di seluruh muka bumi ini sekaligus menyertai saudara-saudara kita yang datang menunaikan panggilan agung ke tanah suci guna menunaikan ibadah haji, rukun Islam yang kelima. Bersamaan dengan ibadah mereka di sana,  di sini kita pun melaksanakan ibadah yang terkait dengan ibadah mereka, di sini kita melaksanakan ibadah yang terkait dengan ibadah haji yaitu puasa hari Arafah, pemotongan hewan qurban setelah shalat Idul Adha ini dan menggemakan takbir, tahlil dan tahmid selama hari tasyrik. Apa yang dilakukan itu maksudnya sama yaitu mendekatkan diri kepada Allah swt.
Ibadah haji dan Qurban tidak bisa dilepaskan dari sejarah kehidupan Nabi Ibrahim as, karenanya sebagai teladan para Nabi, termasuk Nabi Muhammad saw, Nabi Ibrahim as harus kita pahami untuk selanjutnya kita teladani dalam kehidupan sekarang dan masa yang akan datang. Pada kesempatan khutbah yang singkat ini, kita bahas Empat Harapan Nabi Ibrahim yang termuat dalam doanya, harapannya menjadi harapan kita semua yang harus diperjuangkan. Pertama, Harapan Atas Dirinya. Nabi Ibrahim as amat berharap agar dirinya terhindar dari kemusyrikan, Menurut Sayyid Quthb dalam tafsirnya: “Doa ini menampakkan adanya kenikmatan lain dari nikmat-nikmat Allah. Yakni nikmat dikeluarkannya hati dari berbagai kegelapan dan kejahiliyahan syirik kepada cahaya beriman, bertauhid kepada Allah swt.”  Karena itu, iman atau tauhid merupakan nikmat terbesar yang Allah swt berikan kepada kita semua sehingga iman merupakan sesuatu yang amat prinsip dalam Islam, Allah swt berfirman menceritakan doa Nabi Ibrahim as:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الأصْنَامَ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. (QS Ibrahim [14]:35).
Di samping itu, Nabi Ibrahim as juga ingin memperoleh ilmu dan hikmah, sesuatu yang amat penting agar kehidupan bisa dijalani dengan mudah dan bermakna. Beliau juga meminta agar termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang shalih, ini menunjukkan betapa pentingnya menjadi shalih. Selain itu meminta menjadi buah tutur kata yang baik bagi generasi kemudian sebagai bentuk penghormatan dan upaya meneladani. Puncaknya adalah meminta dimasukkan ke dalam surga hingga tidak terhina dalam kehidupan di akhirat nanti, hal ini tercermin dalam doa beliau:
رَبِّ هَبْ لى حُكْماً وَأَلْحِقْنى‏ بِالصَّالِحينَ. وَاجْعَلْ لى‏ لِسانَ صِدْقٍ فى‏ الآخِرينَ. وَاجْعَلْنى‏ مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعيمِ. وَاغْفِرْ لأَبى‏ إِنَّهُ كانَ مِنَ الضَّالّينَ * وَلا تُخْزِنى يَومَ يُبْعَثُونَ
“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan, dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan.” (QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 83– 87).
Dari doa Nabi Ibrahim di atas, jelas sekali betapa pentingnya menjadi shalih sehingga orang sekaliber Nabi Ibrahim masih saja berdoa agar dimasukkan ke dalam kelompok orang yang shalih. Manakala keshalihan sudah dimiliki, cerita orang tentang diri kita bila kita tidak ada adalah kebaikan. Karena itu, harus kita koreksi diri kita, seandainya kita diwafatkan besok oleh Allah swt, kira-kira apa yang orang ceritakan tentang kita.
Hal penting lainnya dari harapan Nabi Ibrahim as adalah agar amal-amalnya diterima oleh Allah swt, termasuk orang yang tunduk dan taubatnya diterima oleh Allah swt, hal ini terdapat dalam doanya:
رَبَّنا تَقَبَّلْ مِنّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ. رَبَّنا وَاجْعَلْنا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنا مَناسِكَنا وَتُبْ عَلَيْنا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوّابُ الرَّحِيمُ
Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. QS. Al-Baqarah [2]: 127 – 129).
Syaikh Ali Ash Shabuni dalam Shafwatut Tafasir menjelaskan bahwa berulang-ulang Nabi Ibrahim dalam doanya menyebut rabbi (ya Tuhanku) agar dikabulkan doanya dan menampakkan kehinaan diri kepada Allah.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.
Jamaah Shalat Id Yang Dimuliakan Allah swt.
Harapan Kedua adalah Harapan Atas Keluarga, mulai dari orang tua yang beriman dan taat kepada Allah swt, karenanya beliau pun meluruskan orang tuanya sebagaimana firman Allah swt:
وَ إِذْ قالَ إِبْراهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَ تَتَّخِذُ أَصْناماً آلِهَةً إِنِّي أَراكَ وَ قَوْمَكَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ
Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata. (QS An’am [6]:74)
Selain istrinya yang sudah shalihah, beliau juga ingin agar anak-anaknya menjadi anak shalih, taat kepada Allah swt dan orang tuanya dengan karakter akhlak yang mulia, ini merupakan sesuatu yang amat mendasar bagi setiap anak. Karenanya beliau berdoa:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ. فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ. فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS Ash Shaffat [37]:100-102)
Di dalam ayat lain disebutkan bahwa dengan keshalihan diharapkan membuat sang anak selalu mendirikan shalat, hati orang pun suka kepadanya dan pandai bersyukur atas kenikmatan yang diperoleh, hal ini disebutkan dalam doa Nabi Ibrahim as:
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS Ibrahim [14]:37)
Hal yang amat penting mengapa Nabi Ibrahim as amat mendambakan memiliki anak bukan semata-mata agar punya anak, tapi bagaimana anak yang shalih itu mau dan mampu melanjutkan estafet perjuangan menegakkan agama Allah swt.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.
Kaum Muslimin Yang Berbahagia.
Ketiga yang merupakan harapan Nabi Ibrahim adalah terhadap Masyarakat agar beriman dan taat kepada Allah swt, bahkan tidak hanya pada masanya, tapi juga generasi berikutnya. Dalam rangka itu, sejak muda Nabi Ibrahim telah membuka cakrawala berpikir agar tidak ada kemusyrikan dalam kehidupan masyarakat, Allah swt berfirman:
وَتَاللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَامَكُمْ بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ. فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا إِلَّا كَبِيرًا لَهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ. قَالُوا مَنْ فَعَلَ هَذَا بِآلِهَتِنَا إِنَّهُ لَمِنَ الظَّالِمِينَ. قَالُوا سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ
Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya. Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. Mereka berkata: “Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang lalim”. Mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”. (QS Al Anbiya [21]:57-60)
Karena itu, dalam doanya Nabi Ibrahim meminta agar Allah swt mengutus lagi Nabi yang menyampaikan dan mengajarkan ayat-ayat Allah swt, hal ini disebutkan dalam firman-Nya:
 رَبَّنا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولاً مِنْهُمْ يَتْلُوا عَلَيْهِمْ آياتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الكِتابَ وَالحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ العَزِيزُ الحَكِيمُ
Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur’an) dan Al-Hikmah serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(QS Al Baqarah [2]:129)
Dalam konteks sekarang, masyarakat amat membutuhkan dakwah yang mencerahkan dan memotivasi untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.
Kaum Muslimin Yang Dirahmati Allah.
Harapan Keempat dari Nabi Ibrahim as adalah atas Negara dan Bangsa. Beliau ingin agar negara berada dalam keadaan aman dan memperoleh rizki yang cukup dari Allah swt, bahkan Allah swt memberikan kepada semua penduduk meskipun mereka tidak beriman, beliau berdoa:
رَبِّ اجْعَلْ هذا بَلَداً ءامِناً وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَراتِ مَنْ ءامَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.”(QS Al Baqarah [2]:126)
Sayyid Quthb dalam Fi Dzilalil Quran menyatakan: “Nikmat keamanan adalah kenikmatan yang menyentuh manusia, memiliki daya tekan yang besar dan perasaannya dan berhubungan pada semangat hidup pada dirinya.”
Apa yang diharapkan oleh Nabi Ibrahim as ini bila kita ukur dalam konteks negara kita ternyata masih jauh dari harapan, hal ini karena keamanan menjadi sesuatu yang sangat mahal, sementara kesulitan mendapatkan rizki atau makan masih begitu banyak terjadi. Namun kesulitan demi kesulitan masyarakat pada suatu negara dan bangsa ternyata bukan karena Allah tidak menyediakan atau tidak memberikan rizki, tapi karena ketidakadilan dan korupsi yang merajalela. Di sinilah letak pentingnya bagi kita untuk istiqamah atau mempertahankan nilai-nilai kebenaran. Meskipun banyak orang yang korupsi, kita tetap tidak akan terlibat, karena jalur hidup kita adalah jalur yang halal.
Setiap orang bertanggung jawab untuk mewujudkan kehidupan negara dan bangsa yang baik, namun para pemimpin dan pejabat harus lebih bertanggung jawab lagi. Karena itu, kita amat menyayangkan bila banyak orang mau jadi pejabat tapi tidak mampu mempertanggungjawabkannya, jangankan di hadapan Allah swt, di hadapan masyarakat saja sudah tidak mampu, inilah pemimpin yang amat menyesali jabatan kepemimpinannya, Rasulullah saw bersabda:
عَنْ أَبِى ذَرٍّ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ أَلاَ تَسْتَعْمِلْنِى؟ قَالَ: فَضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى مَنْكِبِى ثُمَّ قَالَ: يَا أَبَا ذَرٍّ: إِنَّكَ ضَعِيْفٌ وَإِنَّهَا أَمَانَةٌ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ إِلاَّ مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِى عَلَيْهِ فِيْهَا
Abu Dzar RA berkata: Saya bertanya, Ya Rasulullah mengapa engkau tidak memberiku jabatan? Maka Rasulullah menepukkan tangannya pada pundakku, lalu beliau bersabda: Hai Abu Dzar, sungguh kamu ini lemah, sedangkan jabatan adalah amanah, dan jabatan itu akan menjadi kehinaan serta penyesalan pada hari kiamat, kecuali bagi orang yang memperolehnya dengan benar dan melaksanakan kewajibannya dalam jabatannya (HR. Muslim)
Akhirnya, memiliki harapan yang baik tidak cukup pencapaiannya hanya dengan doa, karenanya setiap kita harus berjuang bersama agar kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa berada dalam ridha Allah swt. Akhirnya marilah kita berdoa:
 اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.
Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang zhalim dan kafir.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ
Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.
اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُمْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَّشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرًا
Ya Allah, jadikanlah mereka (para jamaah haji) haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni, perdagangan yang tidak akan mengalami kerugian
 رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka. [Sumber]



Read More

24 September 2012

Pandangan Islam dan Ilmiah Tentang Menguap



Menguap merupakan perkara yang jelek sebab menguap membawa kepada perkara yang dibenci oleh syariat berupa sikap malas, lalai, serta pemahaman yang jelek sebagaimana telah disebutkan.

Etika Ketika Menguap Menurut Islam

Islam sudah mengatur khidupan manusia sampai kepada hal-hal yang sanat sepele sekalipun. Termasuk masalah menguap. Lalu bagaimana pandangan syariat tatkala menguap datang menghampiri seseorang?

Menutup Mulut dengan Tangan

Karena menguap merupakan sesuatu yang dibenci syariat, syaithan pun menyukainya. Terbukanya mulut karena sesuatu yang dibenci syariat ini adalah jalan masuk yang lapang bagi syaithan untuk mengganggu manusia. Syaithan bisa masuk ke tubuh manusia melewatinya. Oleh sebab itulah syariat memerintahkan kita untuk menutup mulut tatkala menguap. 
Hal ini sebagaimana telah disebutkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bahwa beliau bersabda yang artinya,
“Apabila salah seorang dari kalian menguap maka hendaknya ia meletakkan tangannya di mulutnya karena syaithan akan memasukinya.” (HR. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Al-Adabul Mufrad)
Syaithan tidak hanya menunggu-nunggu kesempatan untuk masuk ke dalam tubuh manusia tatkala menguap. Bahkan, menguap itu sendiri timbul dari sebab perbuatan syaithan. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menjelaskan,
“Sesungguhnya menguap dari syaithan.” (Diriwayatkan dalam Adabul Mufrad, shahih)

Menahan Diri dari Menguap

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam telah memerintahkan kita untuk menahan diri dari menguap sebagaimana yang disebutkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :
“Menguap berasal dari syaithan. Apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaknya ia melawan semampunya. Jika dia sampai berucap ‘hah’ (tatkala menguap) maka syaithan akan tertawa karenanya.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adab Al-Mufrad)

Menguap Menurut Ilmiah

Secara ilmiah membuktikan bahwa menguap itu tidak baik. Ternyata menguap itu sinyal dari tubuh mulai dari yang biasa hingga masalah serius. Seperti dikatakan Joan Liebmann-Smith Ph.D dan Jacqueline Nardi Egan bahwa orang-orang menguap untuk berbagai macam alasan, tapi menguap juga tidak selalu berarti mengantuk.

Ilmuwan percaya menguap dapat membantu seseorang menjadi lebih waspada untuk segera memasukkan oksigen ke otak. Karena menguap adalah salah satu tanda jumlah oksigen di dalam otak sedang menurun yang bisa membuat seseorang sulit konsentrasi. Tekanan darah rendah membuat kurangnya darah yang dipompa dari jantung dan jika darah yang dipompa oleh jantung semakin sedikit maka semakin rendah tekanan darahnya. Akibatnya jantung atau otak kekurangan pasokan oksigen dalam darah sehingga membuat seseorang sering menguap, pusing dan lelah.

Sedangkan jika kekurangan oksigen, maka itu pertanda bahwa manusia jarang bersujud. Mengapa? Karena dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinu dapat memicu peningkatan kecerdasan seseorang.

Mengapa Menguap Bisa Menular?

Awalnya, para ilmuwan sendiri masih tidak dapat menjelaskan dengan pasti alasan mengapa kita menguap ketika melihat orang lain menguap. Namun, sekarang sebuah studi terbaru sudah dapat menjelaskan mengapa menguap dapat menular dengan pengaruh yang sangat kuat.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ikut menguap ketika orang lain sedang menguap adalah tanda empati dan merupakan bentuk ikatan sosial. Sebab, penularan emosi tampaknya telah menjadi insting utama yang mengikat seseorang dengan yang lainnya, sehingga tampaknya menguap mungkin juga merupakan bagian dari hal tersebut.

Seperti kita akan ikut tertawa dan menangis ketika sahabat kita melakukannya, menguap juga menular dengan cara yang serupa. Para ilmuwan telah berteori bahwa menguap yang menular adalah pengalaman bersama yang akan meningkatkan ikatan sosial. Secara khusus, dapat menyebarkan dan saling berbagi rasa stres atau rasa tenang pada suatu kelompok.

Semoga bermanfaat dan happy blogging [dari berbagai sumber]



Read More

© 2011 Muro'i El-Barezy, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena